Konsumsi air tidak layak
Guru, karyawan, santri/siswa menghadapi risiko konsumsi air tidak layak — atau terpaksa beralih ke air kemasan yang justru menyumbang krisis sampah plastik.
Memobilisasi jaringan alumni, teknologi premium, dan skema pembiayaan wakaf produktif untuk membangun ekosistem air minum sehat yang mandiri di 1.000+ pesantren & sekolah Indonesia.
Pesantren dan alumninya memiliki kekuatan yang sejatinya saling menyatu — mendorong kami untuk menyambung, menguatkan, dan terus berkhidmah agar pesantren terus tumbuh dan memberi makna bagi kehidupan.
Melalui ATAP — Aksi Terpadu Alumni Pesantren, kami menggerakkan alumni dalam satu sistem kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan: menghubungkan potensi, membuka akses, dan mengalirkan kontribusi menjadi aksi nyata bagi pesantren.
Di bawah Yayasan ATAP Ekosistem Pesantren, platform ini mengorkestrasi kekuatan alumni menjadi program nyata dan terukur — dari penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga inisiatif wakaf produktif.
Lebih dari satu dekade kolaborasi alumni — membentuk fondasi gerakan Water Impact Initiative.
Inisiatif kolaborasi alumni yang menghimpun santri/siswa lewat ekspresi seni — fondasi awal jejaring ATAP.
Penguatan ekonomi pesantren melalui kemitraan strategis bersama BRI.
Sumur bor & MCK untuk akses sanitasi yang layak di lingkungan pesantren.
Gerakan air minum sehat berbasis wakaf produktif untuk pesantren & sekolah Indonesia.
Platform digital untuk menghubungkan pesantren, alumni, dan mitra dampak secara terintegrasi.
Akses terhadap air minum sehat adalah hak dasar manusia sekaligus prasyarat utama kesehatan publik. Di banyak pesantren/sekolah, hak ini belum terpenuhi.
Guru, karyawan, santri/siswa menghadapi risiko konsumsi air tidak layak — atau terpaksa beralih ke air kemasan yang justru menyumbang krisis sampah plastik.
Pesantren/sekolah menanggung beban biaya operasional yang membengkak hanya untuk memenuhi kebutuhan air minumnya.
Ini adalah persoalan martabat, kesehatan generasi, kelestarian lingkungan, dan kemandirian ekonomi umat. Dan itulah yang akan kami jawab.
Diare dan tipus menjadi penyakit yang paling sering dilaporkan di fasilitas kesehatan pada lingkungan pendidikan berbasis asrama.
Asumsi 2 botol per santri per hari × 1.000 santri/sekolah → 60.000 botol/bulan. Dikalikan ribuan pesantren = miliaran botol per tahun.
Pesantren skala menengah (1.000 santri) dapat mengeluarkan Rp 30–50 juta per bulan hanya untuk air minum.
Akses air minum sehat & higienis untuk seluruh civitas.
Menurunkan risiko penyakit berbasis air pada lingkungan pendidikan berbasis asrama.
Tumbler reusable, perilaku baru, bebas plastik.
Mendorong peralihan dari air kemasan sekali pakai ke sistem isi ulang.
Unit usaha pesantren yang menghasilkan revenue.
Sumber pendapatan berkelanjutan & penguatan ekonomi pesantren/sekolah.
Penyediaan mesin ionisasi air berteknologi tinggi, instalasi sistem distribusi di titik strategis pesantren/sekolah (asrama, kantin, madrasah), serta pengadaan tumbler reusable untuk seluruh santri/siswa.
Pembentukan unit usaha air minum sehat yang melayani seluruh civitas dan masyarakat sekitar dengan harga terjangkau. Hasil usaha digunakan untuk operasional pesantren & sekolah.
ATAP Pesantren Network menghimpun dana wakaf produktif dan investasi sosial melalui jaringan alumni, korporasi, lembaga filantropi, dan masyarakat umum.
Aset (mesin, instalasi, tumbler) berstatus milik pesantren/sekolah — tidak boleh dijual atau dialihkan kepemilikannya.
Program dilaksanakan melalui empat tahap terstruktur untuk memastikan setiap lokasi memiliki fondasi teknis, sosial, dan operasional yang kuat.
Sistem air minum sehat tidak hanya dibangun, tetapi juga dijaga bersama oleh ekosistem pesantren/sekolah. Kontribusi yang terkumpul dialokasikan secara proporsional:
Mendukung keberlangsungan sistem di lingkungan pesantren/sekolah:
Fungsi penunjang program berkelanjutan:
Lokasi awal untuk memvalidasi model teknis, finansial, dan sosial. Seluruh proses didokumentasikan sebagai blueprint replikasi.
Replikasi model ke 900 pesantren/sekolah tambahan, dengan penguatan kapasitas pengelola, monitoring digital, dan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Replikasi massal ke ribuan pesantren/sekolah di seluruh Indonesia, advokasi kebijakan, dan integrasi dengan program nasional.
Majalaya, Bandung
Soreang, Bandung
Cililin, Bandung Barat
Ciparay, Bandung
Garut
Bandung
Teknologi yang digunakan adalah mesin ionisasi air dengan elektrolisis tingkat lanjut yang menghasilkan air minum alkali berkualitas tinggi. Proses ionisasi tidak hanya menyaring kontaminan — bakteri, virus, logam berat — tetapi juga menghasilkan air kaya hidrogen.
Program ini mengadopsi teknologi premium melalui kemitraan strategis dengan PT Enagic Indonesia (Kangen Water) — perusahaan dengan standar teknologi internasional dan reputasi global.
Infrastruktur pendukung meliputi instalasi pipa food grade, keran sensor otomatis/manual, tangki penampung jika diperlukan, serta sistem kelistrikan dengan stabilizer. Dirancang sederhana namun kokoh agar mudah dirawat oleh pengelola lokal.
Setiap pesantren/sekolah yang bergabung berarti ribuan santri/siswa yang lebih sehat, jutaan botol plastik yang berkurang, dan miliaran rupiah pendapatan yang mandiri.